Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mahasiswa KKN UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Ikuti Tasyakuran Panen di Desa Wonocoyo, Perkuat Sinergi Bersama Petani

Proses Tasyakuran Panen di Desa Wonocoyo, Gambar: Dok. KKN Wonocoyo 2026

BambuNews, Trenggalek – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung turut berpartisipasi dalam kegiatan Tasyakuran Panen (Labu) yang diselenggarakan oleh masyarakat Desa Wonocoyo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, pada Rabu (22/7/2026). Kehadiran mahasiswa KKN dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi lokal sekaligus upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan sektor pertanian.

Tradisi tasyakuran panen atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai Labu merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt. atas hasil panen yang telah diperoleh para petani. Selain menjadi warisan budaya yang terus dijaga, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antarwarga sekaligus memperkuat komunikasi antara petani dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang pertanian.


Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Wonocoyo, Bhabinkamtibmas, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pogalan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Wonocoyo, tim pembenihan, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta mahasiswa KKN UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang sedang melaksanakan pengabdian di desa tersebut. Kehadiran mahasiswa disambut baik oleh masyarakat karena dinilai mampu memberikan semangat baru dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal.

Do'a dalam Kegiatan Tasyakuran Panen, Gambar: Dok. KKN Wonocoyo 2026

Dalam sambutannya, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pogalan menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong petani untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui penerapan sistem budidaya padi modern berbasis PM-ASS (Pertanian Modern–Advanced Agriculture System). Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat daya saing petani di tengah tantangan sektor pertanian yang terus berkembang.

"Kedepan, kami akan mengarahkan petani untuk menerapkan sistem penanaman padi modern melalui PM-ASS. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, menekan biaya produksi, serta mendorong kesejahteraan petani," ujar Koordinator BPP Kecamatan Pogalan di hadapan para peserta yang hadir.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Wonocoyo mengajak para petani untuk mulai memproduksi dan memanfaatkan pupuk organik secara mandiri. Menurutnya, langkah tersebut menjadi solusi yang tepat dalam menghadapi semakin terbatasnya alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah, sekaligus mendukung terciptanya sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Ketersediaan pupuk bersubsidi semakin terbatas. Karena itu, kami mengajak para petani untuk mulai memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar sebagai pupuk organik. Selain dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk subsidi, cara ini juga mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan," jelas Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Wonocoyo.

Mahasiswa KKN UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog secara langsung dengan para petani mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan lahan pertanian. Melalui interaksi tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan mengenai praktik pertanian, pemberdayaan masyarakat, serta pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Kegiatan tasyakuran panen berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan semangat gotong royong. Melalui tradisi yang terus dilestarikan ini, terjalin hubungan yang semakin erat antara petani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan mahasiswa KKN sebagai mitra masyarakat. Diharapkan penerapan teknologi pertanian modern, pemanfaatan pupuk organik, serta keterlibatan generasi muda melalui program KKN dapat mendorong terwujudnya sektor pertanian Desa Wonocoyo yang semakin produktif, mandiri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Penulis: Wahyu Waton Sulistyani
Editor: Machrup Eko Cahyono


Post a Comment for "Mahasiswa KKN UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Ikuti Tasyakuran Panen di Desa Wonocoyo, Perkuat Sinergi Bersama Petani"